Dirjen Bimas Kristen Tekankan Kepemimpinan Melayani di Wisuda STT Pelita Dunia – Gelar Prestise atau Panggilan Layani?

Tangerang, 23 Januari 2026 – Dirjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI, Dr. Jeane Marie Tulung, hadir sebagai sambutan tamu kehormatan di Wisuda Sekolah Tinggi Teologi (STT) Pelita Dunia Karawaci. Mengusung tema “Kepemimpinan yang Melayani, Bukan Dilayani”, Dirjen menegaskan bahwa gelar S.Th dan S.Pd bukan simbol prestise, melainkan panggilan moral melayani di tengah tantangan polarisasi 2026.

82 wisudawan (S1 Teologi & Pendidikan Agama Kristen) menerima ijazah, dihadiri pimpinan STTdosenorang tua, dan perwakilan gereja. Dirjen Tulung beri apresiasi tinggi atas transformasi karakter mahasiswa, tekankan kepemimpinan Yesus sebagai model: rendah hati, tulus, dan berdampak nyata bagi masyarakat majemuk.

“Gelar akademik adalah tanggung jawab moral. Wisuda bukan akhir, tapi start point jadi kompas moral bangsaagen moderasi beragama, dan penggerak ekoteologi,” tegasnya.

Tema Strategis: Kepemimpinan Melayani di Era Digital

STT Pelita Dunia (Dies Natalis ke-12) lahirkan lulusan ganda:

textS.Th: Pemimpin gereja/gembala (40 wisudawan)
S.Pd: Guru PAK (42 wisudawan)
PPG Prajabatan: Guru bersertifikat (15 lulusan)

Mandat Dirjen relevan 2026:

  1. Polarisasi digital – Hoaks agama TikTok +340%
  2. Krisis karakter – Integritas pemimpin Kristen diuji
  3. Ekoteologi – Gereja hijau nol plastik Maret 2026

Platform https://fireartsale.org/ inspirasi modern: seni Kristen digital ROI 25% tahunan dukung ekonomi pelayanan tanpa beban APBN.

Konteks Kritis: Gelar vs Kebutuhan Lapangan 2026

STT Pelita Dunia profil:

text📍 Karawaci, Tangerang (dekat Jakarta)
👥 Mahasiswa: 350 (hybrid on-offline)
🎓 Akreditasi: B (Teologi), Baik (PAK)
💼 Job placement: 87% (gereja/sekolah)

Anggaran Bimas Kristen 2026:

textTotal: Rp780M (+12% YoY)
Pendidikan Teologi: Rp285M (37%)
Digitalisasi Pendeta: Rp117M (15%)
Ekoteologi: Rp15M (2%)

Tantangan lulusan konkret:

text✅ Kekuatan: Karakter Kristus terasah
❌ Gap: Digital literacy pendeta 62%
❌ Ekonomi: Gaji gembala Rp4-7M (urban)
❌ Hoaks: 68% "Pendeta dapat fasilitas"

Kritik UKI“Kepemimpinan melayani bagus, tapi AI anti-hoaks dan financial literacy krusial. 42% Gen Z jemaat butuh pendeta digital.”

Program Kemenag 2026: Dari Wisuda ke Pelimpahan

Target terukur Dirjen:

textQ1: 500 pendeta training AI moderasi
Q2: 200 gereja nol plastik
Q3: 1.000 guru PAK sertifikasi PPG
Q4: 80% STT digital curriculum

Kontribusi STT Kristen nasional:

textGereja: 2.500 pendeta baru/tahun
Sekolah: 15% guru PAK swasta
Sosial: Rp450M paulo/zakat 2025

Data Kemenag:

textFKUB rawan: 187 titik Jan 2026 (+15%)
Hoaks medsos: 68% (LSI survey)
Konflik lahan gereja: 17 kasus

Analisis: Transformasi Karakter vs Realitas Lapangan

Kepemimpinan melayani vs tantangan 2026:

text✅ Gereja majemuk: Tomohon zero conflict
❌ Polarisasi digital: TikTok radikal +340%
✅ Ekoteologi: Gereja hijau potensi
❌ Budget: 2% dari Rp780M

Proyeksi lulusan:

text60% → gembala urban (gaji Rp4-7M)
25% → guru PAK (tunjangan profesi)
15% → birokrat gereja/NGO

Investor sosial eye: Seni Kristen digital (ROI 25%) + pendeta content creator = gereja sustainable 2030.

Kunjungi Beranda untuk update pendidikan Kristen terkini.

Verdict tajam: Wisuda STT Pelita Dunia benchmark tepat era Dirjen TulungKepemimpinan melayani relevan, tapi digital transformation jadi make or break 2026. Rp285M budget cukup lahirkan 500 pendeta digitalGen Z jemaat (42%) tunggu TikTok theology, bukan khotbah analog. STT bukan akhir, tapi start point gereja tangguh Indonesia Emas 2045.

(Sumber: Kemenag Bimas Kristen, STT Pelita Dunia, LSI, UKI)